Kamis, 05 Maret 2015

CINTA KARENA ALLAH


Seorang pemuda yang bernama Ibnu Wahab, dia hidup dalam keluarga yang sederhana, suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita yang bernama Aisyah Alhamro’, hatinya berdesir ketika melihatnya, dia tak tau dari mana rasa itu dating, tiba-tiba ada di hatinya, merasuk dan bersemayam tanpa terasa, dan barangkali itu adalah cinta,.. ya … cinta, dia telah jatuh cinta pada Aisyah Alhamro’.
Seiring berjalannya waktu, mereka tumbuh menjadi lebih dewasa dan lebih tau tentang diri mereka, orang tua Ibnu ingin putranya menjadi orang yang bermanfaat untuk agama, dia di titipkan kepada seorang kiyai di Demak, dan sejak saat itu dia jarang berjumpa dengan Aisyah, wanita yang tak tau kalau dia di cintai oleh Ibnu Wahab.
Dua tahun berlalu, dia mempunyai rasa rindu yang membara, hatinya bertanya-tanya, bagaimana, seperti apa, ada perubahan apa, semua berkutat tentang Aisyah Alhamro’.
Suatu hari dia pulang dari penjara suci, dia bermaksut mengungkapkan setiap hal yang ada di dalam hatinya, bahwa dia mencintai Aisyah Alhamro’, tapi dia tak punya keberanian untuk mengungkapkannya, dan ternyata Aisyah tak di rumah lagi,  “eh,. Kamu tau nggak.?” Kata Abdullah teman dekatnya, “Apa.?” Jawabnya dengan penuh penasaran, “Sekarang Aisyah mondok di Groboka” “Owh,. Itu toh..” guratan kecewa tampak jelas di mukanya, namun dia segera mengendalikan diri, menyembunyikan privesi.
Dia kembali ke Demak dengan informasi baru,informasi yang hanya untuk dirinya seorang, bukan yang lain, sekarang Aisyah seperjuangan dengannya, hanya saja Aisyah mondok dan sedangkan dia tidak.
Musim liburan mulai dekat, banya anak-anak yang mondok sudah mulai pulang ke rumahnya, termasuk juga pujaan hatinya, perasaannya pun semakin membara, dan cintanya dib alas dengan senyuman tipis yang manis, malam 20 dari bulan juni dia mendapat sms darinya, dan dengan keadaan yang mendukungnya, dia pun tak menyia-nyiakan kesempatan, dia mengungkapkan setiap perasaan yang ada di dalam hatinya, dan seketika itu pula cintanya di terima oleh Aisyah Alhamso’.
Dia pun bersukur kepada Allah, dan berkata “Ya Allah,. Jadikanlah hubungan kami sebagai penghubung kami kepadamu..”
Tapi waktu dan keadaan tak mendukung cinta mereka, telah tiba saat untuk mulai menjalani kehidupan masing-masing, Ibnu Wahab harus kembali menjalani pendidikannya di Demak, dan Aisyah Alhamro’ harus kembali ke penjara suci.
Tanpa ada komunikasi, mereka menjalani hubungan suci, di titipkannya cinta yang luar biasa kapada Allah, dengan kesetiaan yang selalu dijaga

#syaFa